Korban Sambaran Petir Langsung

KORBAN SAMBARAN PETIR LANGSUNG

 

Berikut ini merupakan kumpulan dari beberapa peristiwa atau kejadian yang menunjukan begitu banyak korban sambaran petir di dunia. Kami akan selalu berusaha untuk mempostingkan peristiwa alam tersebut yang menjadi bukti bahwa korban sambaran petir di dunia begitu banyak, semoga kita akan tetap selalu waspada terhadap ancaman bahaya sambaran petir

Disambar Petir, Warga Solok Tewas

Berada di sawah saat terjadi hujan lebat, dua perempuan warga Kota Solok menjadi korban tersambar petir di persawahan Sawah Solok yang tidak berjauhan dari kantor PLN area Solok, Rabu (24/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Kartini (49) meninggal dunia di tempat dengan kondisi sebagian tubuh mengalami luka bakar hebat.

Sedangkan Bakit (70) dalam keadaan kritis saat bersamaan dievakuasi gabungan PMI, BPBD dan Pemadaman Kebakaran ke Rumah Sakit Tentara Solok. Informasi yang berhasil dihimpun saat evakuasi menuju rumah sakit, dua wanita yang tersambar petir diketahui merupakan warga Kelurahan XI Korong dan warga Kelurahan Ktk.

Pada saat hujan lebat yang terjadi secara mendadak tersebut mereka berdua bersamaan warga lainnya tengah asik menanam padi. Saat berita ini diturunkan kondisi satu korban yang selamat masih dalam keadaan kritis di RST. 

Korban Sambaran Petir, Sumber :  hariansinggalang.co..id


Main Handphone Saat Hujan, 2 Buruh di Cisoka Tewas disambar Petir

Tiga orang warga Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, tersengat petir, Jumat (19/10) siang. Dua di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Saat itu, kondisi desa sedang hujan disertai petir besar.

“Korban saat itu sedang berteduh di saung milik warga di Kampung Janur RT.012 RW.003 Desa Bojongloa, akibat hujan besar yang tiba-tiba turun,” kata Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti, saat konfirmasi. Namun nahas, saat sedang berteduh di saung bersama beberapa orang lainnya, Udin (50), Udin Arsudin (40), dan Masnen (40), tiba-tiba saja tersambar petir.

“Dua orang atas nama Udin dan Udin Arsudin langsung meninggal di tempat itu. Sementara Masnen, kejang-kejang dan langsung mendapat perawatan di RSU Balaraja. Saat ini kabarnya sudah pulang ke rumah,” kata Uka. Dari dugaan sementara polisi, sambaran petir itu terjadi akibat korban aktif berhubungan dengan  handphone miliknya.

“Ya karena salah satu korban main HP, kemudian tersambar,” ujar Uka. Dari hasil pemerikasaan medis, 2 orang korban yang meninggal dunia tersebut mengalami luka memar pada bagian tengkuk sebelah kanan dan rusuk sebelah kanan. “Kami ingatkan masyarakat untuk menjauhi gadget-nya, ketika petir, atau dinonaktifkan sementara, minimal tidak sibuk dengan gadget,” kata dia

Korban Sambaran Petir, Sumber :  merdeka.com


Sambaran Petir Memakan Korban Lagi di Australia

Petir memakan korban lagi di Australia. Seorang pria berusia 35 tahun tewas setelah terkena sambaran petir ketika sedang berjalan kaki di daerah yang populer dikunjungi turis Kings Canyon di negara bagian Northern Territory.

Pria tersebut sedang melakukan hiking di Rim Walk di Kings Canyon, sekitar 300 km sebelah barat Alice Springs, bersama empat anggota keluarganya ketika terkena sambaran petir hari Senin (1/1/2018) sekitar pukul 5 sore.

“Memang ada dua badai di kawasan tersebut, dan juga ada banjir bandang, dan juga petir,” kata petugas polisi di NT Acting Territory Duty Superintendent Vicki Koum.

“Seorang pria berusia 35 tahun kemudian terkena sambaran petir, dan dia jatuh ke tanah. Tentu saja ketika itu ada petugas taman dan beberapa orang lain membantu namun dia kemudian meninggal.”

Polisi mengatakan sedang menyelidiki kasus namun belum memastikan bahwa kematiannya disebabkan karena sambaran petir. Maka dari itu sangat di sarankan untuk memasang instalasi penangkal petir atau anti petir di wilayah tersebut.

“Saya kira otopsi akan dilakukan untuk memastikan apakah kematiannya betul-betul disebabkan karena serangan petir,” kata Koum. “Ini tragedi yang menyedihkan. Serangan petir, kematian karena alam.”

Korban Sambaran Petir, Sumber :  https://news.detik.com 


Badai Dahsyat dan Sambaran Petir Tewaskan Sedikitnya 80 Orang di India

NEW DELHI – Lebih dari 80 orang tewas akibat sambaran petir dan badai dahsyat yang melanda lima negara bagian di India dengan ratusan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Badan Cuaca Nasional India mengatakan, masih akan ada hujan lebat dan angin kencang dalam beberapa waktu ke depan sehingga jumlah korban mungkin bertambah.

RT Selasa, (15/5/2018) melaporkan, bencana bermula pada Minggu saat badai debu dan petir dahsyat mulai meluas ke daerah-daerah di lima negara bagian di India, menimbulkan kerusakan di jalan, jalur kereta api dan layanan penerbangan di bagian utara negara itu.

Cuaca buruk itu terus berlanjut pada Senin, mencabut pohon-pohon dan merusak kabel-kabel listrik dan menelan korban jiwa saat kecepatan angin mencapai 107 kilometer per jam di New Delhi. Kementerian Dalam Negeri India mengatakan, sampai Senin sore sedikitnya 80 orang telah kehilangan nyawanya akibat badai ganas yang melanda.

Sebanyak 51 korban tewas berasal dari Negara Bagian Uttar Pradesh, 14 korban dari Bengal Barat, 12 dari Andhra Pradesh dan satu orang dari Uttarkhand. Selain korban tewas, sedikitnya 136 korban juga terluka akibat sambaran petir dan badai.

Meski angin kencang diramalkan akan berkurang, Departemen Meteorologi India tetap mempertahankan peringatan cuaca sampai Selasa malam.

Badai petir disertai dengan hujan badai dan hujan es (kecepatan angin mencapai 50-70 km / jam) sangat mungkin terjadi di lokasi-lokasi yang terisolasi di India,” demikian disampaikan lembaga itu. Maka sangat di sarankan agar masyarakat untuk memasang penangkal petir atau anti petir.

Perdana Menteri India, Narendra Modi telah meminta pihak berwenang untuk memberikan semua bantuan yang mungkin kepada penduduk yang membutuhkan. Awal bulan ini, hujan deras dan badai juga telah menewaskan lebih dari 78 orang di bagian utara dan barat India.

Korban Sambaran Petir, Sumber :  news.okezone.com


Sambaran petir puluhan ribu kali dalam 13 jam, sembilan orang meninggal

Sebanyak sembilan orang dilaporkan meninggal dunia di negara bagian Andhra Pradesh, India, akibat tingginya jumlah sambaran petir yang mencapai 36.749 kali dalam waktu 13 jam.

Serangan petir adalah hal yang biasa terjadi di India selama musim hujan, namun menurut badan penanggulangan bencana setempat, jumlah sambaran petir ini tidak biasa dan merupakan “pola cuaca ekstrem.”

Sembilan orang, termasuk seorang gadis berusia sembilan tahun, meninggal dunia akibat sambaran petir yang terjadi sejak Selasa (24/04) di negara bagian tersebut.

Musim hujan ibiasanya dimulai pada bulan Juni dan berlangsung hingga September. Namun, kepala pusat mitigasi bencana, Kishan Sanku, mengatakan kepada BBC bahwa jumlah sambaran petir di negara bagian Andhra Pradesh meningkat tajam sebelum memasuki musim hujan.

Sambaran gledek yang terjadi pada hari Selasa dianggap sebagai sebuah anomali, karena data menunjukkan bahwa tahun lalu di wilayah yang sama, terjadi sekitar 30.000 kali sambaran petir, sepanjang bulan Mei. Sedangkan kali ini untuk periode kurang dari satu hari saja sudah melebih jumlah sambaran petir itu.

Beberapa ilmuwan yakin bahwa pemanasan global bisa meningkatkan frekuensi sambaran petir secara signifikan. Mengapa begitu banyak sambaran petir?, Serangan petir sudah sering terjadi di sepanjang pantai utara Andhra Pradesh, kawasan yang sering dilanda hujan lebat.

Meskipun biasanya ada peningkatan aktivitas petir di wilayah tersebut sebelum musim hujan, tahun ini angin dingin dari lautan Arab berbenturan dengan angin yang lebih hangat dari India utara dan menghasilkan kondisi yang mengarah pada lebih banyak pembentukan awan, kata Sanku.

Kondisi seperti inilah yang kemungkinan membuat jumlah sambaran petir meningkat. Yang membuat kondisi ini sangat unik, tambahnya, adalah bahwa awan tebal memanjang lebih dari 200 km. “Biasanya memanjang sekitar 15-16 km,” katanya. “Berdasarkan pengalaman kami, kejadian ini sangat langka.”

Seberapa umum kematian akibat tersambar petir di India?, Setidaknya 2.000 orang tewas dalam serangan petir di India setiap tahun sejak tahun 2005, menurut catatan resmi.

Pada bulan Juni 2016, tercatat 93 orang tewas dan lebih dari 20 orang mengalami luka-luka akibat sambaran petir di negara bagian Bihar, Jharkhand, Uttar Pradesh, dan Madhya Pradesh.

Korban tewas di India akibat sambaran petir jauh lebih tinggi dibanding di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, di mana, rata-rata 27 orang meninggal akibat petir setiap tahun. Faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian ini adalah minimnya sistem peringatan yang canggih.

Faktor lainnya adalah jumlah penduduk India yang bekerja di luar rumah lebih banyak dibanding penduduk di negara lainnya, yang membuat mereka rentan terkena sambaran petir.

Tips melindungi diri saat petir menyambar

  • Carilah tempat berlindung di dalam gedung yang luas atau di dalam mobil.
  • Hindari ruang-ruang serta puncak bukit terbuka.
  • Jika Anda tidak menemukan tempat untuk berlindung, lipatlah tubuh Anda sekecil mungkin dengan cara meringkuk: berjongkok merapatkan ke dua kaki dengan tumit yang bersentuhan.
  • Jangan berlindung di bawah pohon yang tinggi atau terpencil sendiri.
  • Jika Anda sedang berenang di laut, segera menepi ke pantai.

Korban sambaran Petir, Sumber :  http://www.bbc.com


Keluarga Jemput Jasad Hendri dan Sarpani di Lokasi Musibah Sambaran Petir

 

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Setelah mengetahui korban Hendri (30) dan Sarpani (35) tewas tersambar petir, rekan korban Abon dan Junaidi melaporkan musibah tersebut kepada keluarga korban, Rabu (16/5/2018)

Setelah berita duka tersebut disampaikan, keluarga pun menjemput jasad kedua korban di kawasan Tuik Desa Rias, Kecamatan Toboali menggunakan kendaraan roda empat untuk selanjutnya dibawa kerumah korban masing-masing.

“Mengetahui musibah tersebut, Abon dan temannya Junaidi melapor ke pihak keluarga yang selanjutnya mendatangi lokasi kejadian keduanya terkena sambaran petir,” ujar Faisal mewakili Kapolres AKBP Aris Sulityono SH,MH, Rabu (16/5/2018) malam. Maka dari itu sangat di sarankan untuk memasang penangkal petir atau anti petir.

Korban Sambaran Petir, Sumber :  http://bangka.tribunnews.com                                                         


Asyik Piknik di Kebun Teh Singosari Malang, Ending Kisah Tragis Setelah Ada Sambaran Petir

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI – Nasib apes dialami Suliyono (35) warga Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Ini setelah Suliyono tewas tersambar petir saat piknik di sekitar Kebun Teh blok II/T nomor 57 Wonosari Desa Toyomarto, Kecamatan SingosariKabupaten Malang, Selasa (17/4/2018) sore.

Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagyo Riyanto melalui Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, kejadian tersebut berawal dari korban bersama teman kencannya, wanita, sedang berwisata di kawasan kebun teh.

Mereka berdua duduk santai sambil ngobrol di pinggiran bangunan bak penampungan air. Sedang asyik bersantai, hujan deras tiba-tiba turun disertai petir menyambar di kawasan perkebunan teh tersebut.

“Keduanya pun berteduh di bawah pohon mahoni yang ada di dekat tempat bersantainya,” kata Farid Fathoni, Selasa (17/5/2018) malam. Saat berteduh tersebut, menurut Farid Fathoni, tiba-tiba petir menyambar pohonmahoni. Petir itu pun merambat ke batang pohon dan menyambar tubuh korban yang ada di bawahnya untuk berteduh.

Seketika itu juga korban terjatuh dan meninggal dunia. Sedangkan teman wanita korban meski tidak ikut tersambar petir langsung pingsan. Setelah sadar teman wanita korban menangis dan meminta pertolongan. Teriakan permintaan tolong itu pun didengar sejumlah petugas keamanan kebun teh yang langsung datang ke lokasi.

Kejadian itu pun dilaporkan ke kantor perkebunan teh yang meneruskan laporan ke Polsek Singosari. “Menerima laporan kejadian, jajaran Polsek Singosari langsung datang ke lokasi,” ucap Farid Fathoni.

Jajaran Polsek, ungkap Farid Fathoni, melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban yang meninggal dunia tersambar petir dan melakukan olah TKP. Tubuh korban pun selanjutnya di evakuasi ke RSUD Lawang untuk dilakukan visum. “Setelah itu jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutur Farid Fathoni.

Korban Sambaran Petir, Sumber :  http://suryamalang.tribunnews.com


Sambaran Petir Hapus Keceriaan Panen Petani Konawe Selatan

Liputan6.com, Konawe Selatan – Jangan main-main dengan hujan di musim yang tidak menentu ini. Bukan saja flu yang mengintai, sambaran petir pun dapat menjadi ancaman yang tak terduga.

Sembilan petani di Desa Tolutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menjadi korban sambaran petir, Sabtu, 17 Maret 2018) sekira pukul 15.30 Wita. Empat petani tewas mengenaskan, sedangkan enam orang terluka bakar.

Kesembilan orang ini, merupakan petani yang sedang memanen padi di areal persawahan di Desa Langkadue, Kecamatan Rarowatu Kabupaten Bombana. Keenamnya tak menduga, hujan rintik-rintik disertai mendung tiba-tiba berubah menjadi bencana.

Tiga orang yang tewas, yakni Askap (48), Tare (42), dan Hasni (40. Ketiganya tewas dengan luka bakar di sekujur tubuh. Tare, mengalami luka bakar pada dada sebelah kiri. Luka yang diduga percikan kilatan petir itu melubangi dada kirinya.

Sementara, Hasni mengalami luka bakar hingga sekujur tubuhnya menghitam. Luka yang sama dialami Askap, pria yang berada di dekat Hasni pada saat kejadian. Kapolsek Tinanggea, AKP Gusti K. Sulastra, mengatakan pihaknya langsung mengevakuasi kesembilan korban.

Dengan dibantu warga, kesembilan warga korban itu sempat dibawa ke klinik pengobatan terdekat. Namun, beberapa korban tak tertolong. “Kita sudah bantu evakuasi tetapi beberapa tak tertolong,” ujar Sulastra, Sabtu, 17 Maret 2018.

Keenam orang selamat yang ikut tersambar petir, ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan sejumlah korban tewas. Keenamnya adalah Leman (18), Ali Aedin (43), Muryati (41), Pui (39), Mira, dan Martina.

Mira dan Martina merupakan istri dari Tare dan Askap. Kedua wanita ini hanya mengalami kram dan trauma akibat tersengat petir. Sementara, kedua suaminya tewas pada saat kejadian.

Keempat korban lainnya, Leman dan Ali Aedin mengalami luka bakar pada betis dan kram seluruh badan. Sebab, pada saat kejadian, keduanya sementara berada di tengah sawah yang tergenang air tanpa alas kaki.

“Muryati dan Pui mengalami luka bakar pada betis kanan dan kram seluruh badan,” terang Kapolsek Tinanggea, AKP Gusti K. Sulastra.

Sulastra mengatakan pula, keempat korban sementara dirawat dengan serius di klinik salah satu dokter umum di wilayahnya. Keempatnya, yakni Leman, Ali Aedin, Muryati, dan Pui. “Mira dan Martina sudah dibolehkan pulang,” ujarnya.

Adapun sembilan petani itu memanen padi sejak pukul 12.00 Wita. Mereka ternyata bukan pemilik, hanya dimintai tolong oleh salah seorang warga yang berdomisili di Desa Langkadue.

Kesembilannya menerima tawaran pemilik sawah karena dijanjikan upah. Tidak menduga akan terjadi petir, para korban tetap memanen meskipun hujan deras mengguyur lokasi persawahan.

“Mereka lalu masuk ke dalam pondok di tengah kebun untuk berteduh,” ujar salah satu keluarga korban yang enggan disebut namanya.

Tidak berapa lama berteduh di dalam pondok, tiba-tiba sebuah kilatan petir disertai dentumanan menggelegar langsung menyambar pondok tempat mereka berteduh. “Tidak sempat menghindar mereka, kami tak mengira akan begini padahal korban sudah berteduh,” ujarnya. Sangat disarankan kepada masyarakat agar memasang instalasi penangkal petir atau anti petir di sekitar tempat tinggal masing-masing agar terhindar dari ancaman bahaya petir.

Korban Sambaran Petir, Sumber :  http://liputan6.com


Dua Warga Subulussalam Terkapar Disambar Petir

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Dua warga Kota Subulussalam dilaporkan terkapar akibat disambar petirpada, Minggu (22/4/2018) jelang malam tadi.

Akibatnya, kedua warga yang berdomisili di Desa Cepu Kecamatan Penanggalan itu terpaksa ditanam dalam lumpur, dan kemudian dirawat di rumah sakit setempat.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andrianto Argamuda yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Penanggalan Iptu Arifin Ahmad, membenarkan peristiwa tersebut.

Kapolsek Iptu Arifin mengatakan kejadian pada sore jelang malam tadi ketika hujan diwarnai sambaran petirmelanda daerah ini. Dikatakan, korban yang tersambar petir ada dua orang yakni  Ramiah Cibro (45) dan Sabarita Cibro (38).

Keduanya warga Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. “Benar ada dua warga yang terkena petir,” kata Iptu Arifin. Sangat disarankan kepada masyarakat agar memasang instalasi penangkal petir atau anti petir di sekitar tempat tinggal masing-masing agar terhindar dari ancaman bahaya petir.

Korban Sambaran Petir, Sumber :  http://aceh.tribunnews.com


Polisi: Lima Warga Lebak Tersambar Petir

REPUBLIKA.CO.ID,  LEBAK — Lima warga Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan tersambar petir, Kamis (1/3).  Satu di antaranya disebut meninggal dunia akibat luka bakar seukujur tubuh.

“Peristiwa sambaran petir itu, Kamis (1/3) pukul 14.00 WIB,” kata Kepala Bagian Ops Polres Lebak Kompol Andi Suwandi di Lebak, Kamis.

Kelima warga Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak yang tersambar petir bernama Aikin (32), Tata (30), Julaeni (35) ,Adut (40) dan Marsid (45). Namun, sambaran petir itu mengakibatkan Aikin meninggal dunia dan empat rekan lainya mengalami luka berat.

Sebagian besar kondisi para korban sambaran petir tersebut luka bakar serius sehingga dilarikan ke Puskesmas setempat. Kejadian korban sambaran petir menimpa lima warga yang sedang berteduh di Saung Leuweung Pasir Lame, Desa Sobang, Kecamatan Sobang. Saat itu, kata dia, curah hujan intensitas ringan dan sedang disertai sambaran petir.

Namun, cuaca buruk tersebut secara tiba-tiba sambaran petir menimpa lima orang dan seorang diantaranya meninggal dunia. “Semua para korban sambaran petir dilarikan ke Puskesmas setempat,” katanya.

Menurut dia, kelima korban sambaran petir merupakan pekerja buruh panggul balok kayu. Mereka para buruh panggul menghentikan pekerjaan saat curah hujan berlangsung dan berteduh di Saung yang lokasinya berdekatan dengan lokasi balok kayu.

Sebetulnya, warga yang berteduh itu sebanyak tujuh orang, namun dua diantaranya bernama Burhan dan Buyan selamat. Sedangkan, lima orang terkena petir dan satu meninggal dunia. “Kami minta warga meningkatkan waspada sambaran petir akibat cuaca buruk itu,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan warga diminta mewaspadai sambaran petir sehubungan memasuki masa transisi dari musim hujan ke kemarau.

Biasanya pada peralihan musim transisi itu perlu mewaspadai sambaran petir dan angin puting beliung, terutama daerah dataran tinggi maupun rendah. Cuaca buruk tersebut tentu sangat membahayakan bagi keselamatan warga.

Masyarakat diminta tidak berada di tanah lapang, di bawah pohon dan di atas atap genteng. Sebab sambaran petir sangat berbahaya ketika orang berada di tanah lapang seperti sawah maupun di atas genteng rumah. “Kami mengimbau warga tetap mewaspadai cuaca buruk itu,” katanya. Sangat disarankan kepada masyarakat agar memasang instalasi penangkal petir atau anti petir di sekitar tempat tinggal masing-masing agar terhindar dari ancaman bahaya petir.

Korban Sambaran Petir, Sumber :  http://republika.co.id


Cuaca Ekstrem, Tiga Orang Tersambar Petir di Banyumas dan Kebumen

BANYUMAS, KOMPAS.com – Sedikitnya tiga orang menjadi korban sambaran petir akibat cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah eks Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/11/2017). Seorang petani di Kebumen bernama Saryono (42), nyaris meregang nyawa pasca tersambar petir saat membajak sawah sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut saksi mata, Supri (30), warga Dukuh Kalisawah, Desa Adimulyo, korban nekat tetap membajak sawah menggunakan traktor saat hujan deras. Tiba-tiba, kilat petir menyambar korban yang langsung terkapar di tempat. Kasubbag Humas Polres Kebumen, Ajun Komisaris Willy Budiyanto mengatakan, beruntung nyawa Saryono masih tertolong, meski menderita luka bakar pada pundak kiri.

Saat ini korban masih mendapatkan perawatan intensif di Poliklinik Umum (PKU) Muhammadiyah Sruweng. Sementara di hari yang sama, petir juga menyambar sebuah rumah di Desa Krajan RT 3 RW 1 Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Akibatnya, dua orang penghuni rumah yakni Kidam (58) dan putranya, Anto (30) menderita luka bakar pada kaki dan gangguan pendengaran.

“Kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, diduga petir menyambar lewat antena televisi di rumah. Saat ini kedua korban sudah dilarikan ke RSUD Ajibarang,” kata anggota Komando Resor Militer 071 Wijaya Kusuma, Kusnawan.  Selain itu, sejumlah peralatan elektronik milik korban mengalami kerusakan dan instalasi listrik di rumah tersebut juga ikut terbakar.

Berdasarkan peringatan dini cuaca Provinsi Jawa Tengah yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, sebagian besar wilayah di Jawa Tengah berpotensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. “Kondisi tersebut berlangsung sampai pukul 18.00 WIB.

Potensi hujan disertai petir dan angin terjadi di wilayah selatan Jawa Tengah dan meluas ke bagian utara,” ujar Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo. Sangat disarankan kepada masyarakat agar memasang instalasi penangkal petir atau anti petir di sekitar tempat tinggal masing-masing agar terhindar dari ancaman bahaya petir.

Korban Sambaran Petir, Sumber :  regional.kompas.com   


Tersambar Petir, Hewa Terlempar hingga 2 Meter

TRIBUNNEWS.COM, MUARA BUNGO – Hujan petirmemakan korban di Bungo, Jambi. Korban meninggal sampai terlempar dua meter akibat sambaran petir, Rabu (7/3/2018).

M Yanis, kakek dari Hewa mengatakan sekitar jam 18.30 Hewa dan lima temannya bermain di poskamling. Tiba-tiba petir menyambar. Hewa pun langsung terpelanting sejauh dua meter dari poskamling.

Sementara Ian (13) pingsan dan anak lainnya trauma. Ada enam anak di poskamling itu menurut Yanis. Hewa direncanakan dikebumikan di komplek pemakaman tak jauh dari sana. Sangat disarankan kepada masyarakat agar memasang instalasi penangkal petir atau anti petir di sekitar tempat tinggal masing-masing agar terhindar dari ancaman bahaya petir.

Korban Sambaran Petir, Sumber :  http://www.tribunnews.com

Call Telkomsel
Call WA