TENTANG PETIR

Sebuah majalah “intisari” pernah mengungkapkan bahwa sambaran petir berarus listrik terbesar
terdapat di Indonesia, tepatnya di wilayah Depok Jawa Barat.

Pada bulan April, Mei dan Juni 2002 dengan menggunakan teknologi lightning position and tracking system (LPATS), itu untuk mengenali perilaku sambaran petir di wilayah kota di selatan Jakarta. Tak di sangka, para peneliti mendapati arus petir negatif berkekuatan 379,2 kA dan petir positif mencapai 441,1 kA.
Dengan kekuatan sambaran petir tersebut, maka petir mampu meratakan sebuah bangunan
gedung yang terbuat dari beton sekalipun. Selama ini Indonesia memang di kenal sebagai negara
dengan sambaran petir cukup tinggi. Kondisi meteorologis Indonesia memang sangat ideal bagi
terciptanya petir. Tiga faktor yang mempengaruhi terjadinya petir adalah udara naik, kelembaban
dan partikel bebas atau aerosol terpenuhi dengan baik di Indonesia sebagai negara maritim.
Dalam majalah Intisari edisi Desember 2000, di sebutkan bahwa bumi bisa di ibaratkan sebagai
kapasitor. Antara lapisan ionesfer dan bumi, jika langit cerah ada arus listrik yang mengalir terus
menerus dari ionosfer yang bermuatan positif ke bumi yang bermuatan negatif. Tapi bumi tidak
terbakar karena ada awan petir yang bermuatan listrik positif maupun negatif sebagai
penyeimbang. Yang positif turun ke bumi dan yang negatif naik ke ionosfer.
Sambaran petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan
negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah sambaran yang sangat terang.
Sejumlah sambaran petir percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur
sambaran petir utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan
berlawanan terbentuk pada titik yang akan di sambarnya dan arus petir kedua yang bermuatan
positif terbentuk dari dalam jalur sambaran utama tersebut langsung menuju awan. Dua
sambaran tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek
terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus
listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur sambaran petir utama itu menuju
awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi
beberapa juta volt.
Apakah anda pernah mendengar mengenai Catatumbo Lightning atau Petir Catatumbo?
Catatumbo Lightning adalah sebuah fenomena alam yang sangat aneh terjadi pada atmosfer
bumi. Catatumbo Lightning merupakan sambaran petir yang terjadi terus menerus dengan
intensitas yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 400.000 sambaran lebih dalam setahun.
Fenomena ini terjadi di negara Venezuela.
Setelah berabad-abad Petir Catatumbo terus menerus muncul, pada tahun 2010 Petir Catatumbo
sempat tidak muncul. Banyak yang menyangka bahwa petir ini tidak akan muncul kembali.
Hingga pada April 2010 Petir Catatumbo muncul kembali, para ilmuwan menyimpulkan bahwa
kekeringan lah yang menyebabkan petir ini sempat tidak muncul. Petir Catatumbo terletak di
muara sungai Catatumbo lebih tepatnya di danau Maracaibo, Venezuela.
Rata-rata Petir catatumbo menyambar selama 10 jam dalam sehari dan dalam satu jam, petir
tersebut dapat menyambar sampai 280 kalai sambaran. Bisa kita bayangkan berapa kali Petir

catatumbo menyambar dalam sehari. dan yang lebih menakjubkan lagi dalam satu tahun petir
bisa menyambar antara 140 sampai 160 hari dari 365 hari dalam setahun. Petir tersebut
menyambar dengan rata-rata ketinggian 5 Km.